Pait, 24 Juli 2025 — Seiring laju pertumbuhan ekonomi yang kian pesat, Pemerintah Desa Pait, Kecamatan Long Ikis, Kabupaten Paser, melaksanakan langkah konkret untuk menjaga keteraturan ruang publik. Bertempat di ruang rapat Kantor Desa Pait, kegiatan sosialisasi penertiban usaha bagi pelaku usaha di sepanjang bahu jalan digelar secara terbuka dan partisipatif.
Acara ini tidak hanya menjadi ajang penyampaian kebijakan, tetapi juga ruang diskusi yang melibatkan berbagai unsur strategis—mulai dari Polsek Long Ikis, Koramil Long Ikis, pihak Kecamatan Long Ikis, BPD Desa Pait, hingga Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM). Kehadiran lintas sektor ini menjadi bukti kuat bahwa penataan wilayah tidak bisa berjalan secara sektoral, melainkan harus dibangun melalui kolaborasi.
Desa Pait kini tidak lagi sekadar kawasan perdesaan biasa. Letaknya yang berbatasan langsung dengan akses jalan provinsi serta kedekatannya dengan kawasan Ibu Kota Negara (IKN) menjadikannya magnet baru bagi pertumbuhan usaha. Deretan warung, kios, bengkel, dan lapak dagang bermunculan di sepanjang tepi dan bahu jalan utama desa—fenomena yang menggambarkan geliat ekonomi rakyat sekaligus menghadirkan tantangan baru.
“Penataan ini bukan bentuk pelarangan, tetapi penyusunan ulang agar tidak mengganggu keselamatan dan kenyamanan bersama,” ujar perwakilan Pemerintah Desa Pait dalam sambutannya.
Dalam arahannya, perwakilan Polsek Long Ikis memberikan sorotan tegas terkait aspek keselamatan berlalu lintas. Ia menjelaskan bahwa banyaknya aktivitas usaha yang menjorok ke badan jalan telah menyebabkan penyempitan ruas dan meningkatkan potensi kecelakaan. “Keselamatan pengguna jalan adalah prioritas. Usaha boleh tumbuh, tapi tidak boleh membahayakan,” tegasnya.
Sementara itu, Koramil Long Ikis menambahkan bahwa stabilitas sosial adalah komponen penting dalam menciptakan desa yang aman dan nyaman. Ia menyampaikan bahwa tatanan ruang yang kacau bisa menjadi sumber gesekan sosial antarwarga, terutama jika menimbulkan kecemburuan atau ketimpangan akses.
Pihak Kecamatan Long Ikis dalam kesempatan yang sama mengungkapkan data menarik: wilayahnya kini tercatat sebagai kecamatan dengan perputaran ekonomi terbesar kedua di Kabupaten Paser, bahkan kerap menempati posisi pertama, mengungguli Kecamatan Tanah Grogot. Di balik angka tersebut, Desa Pait menjadi salah satu penyumbang utama berkat geliat usaha kecil dan menengah yang terus tumbuh.
“Potensi ini harus dijaga dengan pendekatan yang bijak. Kalau tidak ditata dari sekarang, kita justru bisa menghadapi masalah baru di kemudian hari,” ujar perwakilan kecamatan.
Dari sisi kelembagaan desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) turut menyuarakan dukungan. Menurut mereka, penertiban ini merupakan bentuk tanggung jawab atas aspirasi masyarakat yang juga menginginkan ruang publik yang aman, bersih, dan tertib.
Senada dengan itu, LPM Desa Pait menyampaikan bahwa upaya ini harus dilihat sebagai langkah bersama, bukan sekadar intervensi dari atas. “Kita tidak ingin terjadi kecemburuan sosial antar pelaku usaha. Semua harus merasa dilibatkan dan diperlakukan adil,” ujar perwakilan LPM.
Kegiatan yang berlangsung kondusif ini diisi dengan sesi diskusi terbuka. Para pelaku usaha yang hadir menyampaikan berbagai pandangan dan sebagian besar menyatakan kesediaan untuk menyesuaikan posisi usahanya sesuai dengan imbauan pemerintah desa. Respons positif ini menjadi indikator bahwa masyarakat memahami pentingnya regulasi demi kepentingan bersama.
Penataan ruang bukan sekadar persoalan garis batas, tetapi juga tentang bagaimana sebuah desa menjaga harmoni antara pertumbuhan ekonomi dan keteraturan sosial. Apa yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Pait hari ini adalah manifestasi komitmen bersama menuju tata kelola desa yang lebih baik.
✅ Catatan Penutup:
Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah, aparat keamanan, lembaga masyarakat, dan warga, Desa Pait menunjukkan bahwa kemajuan ekonomi dan ketertiban ruang dapat berjalan beriringan. Langkah hari ini bukanlah akhir, melainkan awal dari proses panjang menuju desa yang maju, tertib, dan ramah untuk semua.